
Pontianak, 24 November 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat mengambil langkah progresif menuju penguatan kualitas pendidikan berbasis inovasi setelah Rektor Prof. Dr. Arief Sukino, M.Ag rampung mengikuti Konvensi Kampus XXX dan Temu Tahunan XXVI Forum Rektor Indonesia (FRI) 2025. Diselenggarakan di Pontianak dengan Universitas Tanjungpura sebagai tuan rumah, forum bergengsi yang dihadiri oleh lebih dari 150 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) se-Indonesia ini menjadi titik balik bagi komitmen UNU Kalbar untuk bertransformasi.
Bertemu Regulator Kunci, Isu Krusial Indonesia Emas 2045

FRI 2025 merupakan ajang strategis yang mempertemukan pimpinan kampus dengan regulator tertinggi. Hadir dalam acara tersebut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D, dan Direktur Jenderal Kelembagaan, Prof. Dr. Mukhamad Najib.TP. MM. Isu krusial yang mendominasi diskusi adalah peran vital pengembangan inovasi riset sebagai pilar utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Rektor Prof. Arief Sukino memanfaatkan momen ini untuk menyerap arah kebijakan dan praktik terbaik dari PTN/PTS yang sudah memasuki babak inovasi tahap lanjut, menegaskan bahwa UNU Kalbar tidak ingin tertinggal dalam perlombaan mutu ini.
Dari Wawasan siap Aksi Nyata
Pengalaman berharga dalam FRI 2025 ini telah memompa semangat baru bagi seluruh sivitas akademika UNU Kalbar. Rektor Prof. Arief Sukino menegaskan, melalui FRI, UNU Kalbar mendapatkan informasi dan peta jalan yang jelas untuk meniru dan mengadaptasi model inovasi kampus-kampus terdepan. Kami berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan berpartisipasi aktif dalam ekosistem inovasi sains dan teknologi nasional. UNU Kalbar harus menjadi motor penggerak SDM unggul di Kalimantan Barat yang siap menciptakan, bukan hanya menggunakan, teknologi, ujar beliau.
Sinergi Berlandaskan Nilai untuk Produktivitas Keilmuan
Menindaklanjuti visi yang didapat dari FRI, Rektor secara khusus mengajak seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) UNU Kalbar untuk bersinergi erat. Kemajuan kampus tidak hanya bergantung pada kebijakan, namun pada etos kerja setiap individu. Saya mengajak seluruh keluarga besar UNU Kalbar, dari dosen hingga tendik, untuk memperkuat sinergi kerja kita. Mari kita jadikan nilai kejujuran sebagai landasan integritas kita, keikhlasan sebagai motivasi pengabdian, ketekunan sebagai semangat dalam meneliti dan melayani, serta kedisiplinan kerja sebagai kunci efektivitas organisasi. Dengan landasan nilai ini, kita dorong bersama produktivitas keilmuan UNU Kalbar agar mampu menghasilkan riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia Emas 2045.”
Komitmen bersama ini diharapkan menjadi energi pendorong bagi UNU Kalbar untuk segera menyusul PTN/PTS lain yang telah mapan di kancah inovasi, menjadikan UNU Kalbar sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan membanggakan di Kalimantan Barat.
By
Humas UNU Kalbar
